Senin, 29 September 2025 – Siak, Riau – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sulthan Syarif Hasyim (Susha) Siak Sri Indrapura Riau menggelar pembekalan masif bagi mahasiswa yang akan menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) tahun 2025. Dengan mengusung tema “Integrasi Ilmu, Amal, dan Pengabdian Menuju Generasi Unggul dan Berkarakter Islami,” acara ini menjadi pijakan awal bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Ekonomi Syariah sebelum terjun langsung ke dunia kerja dan pengajaran.
Kegiatan pembekalan yang berlangsung khidmat di kampus STAI Susha ini dipandang krusial. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi upaya serius kampus dalam memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya menguasai teori di kelas, namun juga memiliki bekal mental, etika, dan keterampilan praktis yang memadai. Mahasiswa PPL dan PKL diharapkan menjadi duta kampus yang mampu mengaplikasikan ilmu, sekaligus menularkan nilai-nilai keislaman di institusi tempat mereka bertugas.

Dr. M. Hatta, M.Pd, Ketua STAI Susha, tampil sebagai pembicara utama, memberikan arahan yang kuat dan inspiratif. Beliau menekankan bahwa PPL dan PKL adalah momentum penting untuk melakukan integrasi holistik antara pengetahuan yang didapat di bangku kuliah, amal (aplikasi), dan pengabdian kepada masyarakat. “Mahasiswa STAI Susha harus tampil berbeda. Tunjukkan bahwa karakter Islami, seperti integritas, kejujuran, dan profesionalisme, adalah modal utama untuk menciptakan generasi unggul,” tegas Dr. Hatta.
Secara spesifik, Dr. Hatta menyoroti pentingnya mahasiswa Prodi PAI tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan etika guru di sekolah. Sementara itu, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah didorong untuk membawa semangat inovasi dan etika bisnis Islam dalam setiap aktivitas magang mereka. Beliau mengingatkan bahwa setiap tindakan di tempat praktik adalah representasi dari mutu pendidikan yang selama ini ditanamkan oleh STAI Susha.
Iwandi, M.E, Ketua Panitia Pelaksana Pembekalan, turut memberikan detail teknis dan motivasi. Beliau menjelaskan bahwa proses penempatan PPL dan PKL tahun ini didasarkan pada pertimbangan kesesuaian keahlian dan kebutuhan mitra, guna menjamin mahasiswa mendapatkan pengalaman yang optimal. “Fokus kita bukan hanya menyelesaikan tugas, tapi memberikan kontribusi nyata di tempat Anda praktik. Jadilah pemecah masalah, bukan penambah masalah,” ujarnya penuh semangat.
Pak Iwandi juga memaparkan secara rinci mengenai tantangan-tantangan yang mungkin dihadapi mahasiswa di lapangan, mulai dari adaptasi lingkungan kerja hingga perbedaan kultur organisasi. Pembekalan ini mencakup sesi praktis tentang cara penyusunan laporan, teknik komunikasi interpersonal, dan manajemen konflik berbasis nilai-nilai Islam, memastikan mahasiswa siap menghadapi dinamika profesional yang sesungguhnya.
Tema sentral “Berkarakter Islami” menjadi benang merah yang diulang-ulang. Para pemateri sepakat bahwa keunggulan seorang profesional Muslim tidak hanya diukur dari kecerdasannya, tetapi dari keteguhan memegang prinsip agama, termasuk dalam hal disiplin waktu, menjaga amanah, dan selalu bersikap ramah serta santun. Ini adalah warisan nilai yang wajib dibawa mahasiswa ke mana pun mereka melangkah.
Pembekalan ini sukses ditutup dengan sesi interaktif dan janji kesiapan dari para peserta. Mahasiswa/i PPL dan PKL 2025 kini telah dibekali dengan peta jalan yang jelas: menggabungkan ilmu akademis yang mendalam dengan etika profesi yang luhur. Mereka siap menyambut tantangan di dunia nyata, menjadi generasi unggul yang berintegritas, dan membawa nama baik STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak Riau.



