
Langkah besar menuju transformasi institusional yang monumental tengah berjalan di Bumi Melayu, Siak Sri Indrapura. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura Riau secara resmi menjalani proses Asesmen Lapangan Alih Bentuk untuk bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Sulthan Syarif Hasyim. Proses krusial yang berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026 ini, menjadi penanda penting bagi lompatan mutu pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Siak dan sekitarnya.
Kegiatan asesmen kali ini dilaksanakan melalui skema kombinasi yang dinamis, memadukan kehadiran virtual dan fisik tanpa mengurangi esensi ketatnya verifikasi. Tim asesor pakar dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menerjunkan empat ahli di bidangnya Prof. Dr. Arskal Salim GP, M.Ag, Dr. Asro’i, M.Pd, Dr. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag. dan Dinata Firmansyah, SS.I., M.Kesos. Melalui ruang virtual Zoom, Prof. Dr. Arskal Salim GP, M.Ag. memberikan arahan strategis sekaligus sambutan hangat. Beliau menekankan pentingnya penguatan mutu akademik, tata kelola kelembagaan, serta relevansi kurikulum pendidikan tinggi Islam dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
Sementara itu, dinamika di lapangan terasa sangat hidup dengan kehadiran langsung dua asesor lainnya di lingkungan kampus STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak, yaitu Dr. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag. dan Dinata Firmansyah, SS.I., M.Kesos. Kehadiran fisik kedua asesor ini bertujuan untuk melakukan verifikasi faktual, validasi data, serta memotret secara komprehensif seluruh kesiapan dan kelayakan komponen sarana prasarana yang dimiliki kampus. Suasana khidmat sekaligus optimisme yang tinggi menyelimuti seluruh jalannya acara. Proses penilaian lapangan ini didampingi langsung oleh Ketua STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak, Dr. M. Hatta, M.Pd., bersama dengan jajaran pengurus dari Yayasan Hubbul Wathan Siak sebagai payung hukum institusi. Kehadiran pihak yayasan menegaskan komitmen dan dukungan penuh secara moral maupun materiil dalam mengawal masa depan institusi ini agar dapat berkontribusi lebih luas bagi masyarakat luas. Di lini akademik, kekompakan civitas akademika terlihat jelas dari kehadiran seluruh elemen penting kampus secara utuh. Formasi lengkap dihadiri oleh Ka. Prodi Ekonomi Syariah, Ka. Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Ka. Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Ka. Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan jajaran dosen yang menjadi pilar utama akademik di STAI SUSHA Siak Riau.

Alih bentuk dari Sekolah Tinggi menjadi Institut bukan sekadar urusan perubahan nomenklatur atau sekadar mengganti papan nama kampus. Di balik proses birokratis ini, terdapat visi besar yang humanis untuk memperluas kepak sayap akademis, menambah program studi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional. Perubahan status ini diharapkan mampu mempermudah akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi generasi muda di daerah.
Dalam sesi verifikasi dokumen dan fasilitas, Dr. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag. bersama Dinata Firmansyah, SS.I., M.Kesos. memeriksa secara detail dokumen dan fasilitas. Diskusi yang terbangun antara asesor dan para kepala prodi berlangsung sangat konstruktif dan solutif. Para asesor memberikan potret objektif sekaligus masukan berharga yang dapat dijadikan kompas pemandu untuk perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) ke depan.
Ketua STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak, Dr. M. Hatta, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas seluruh dedikasi yang ditunjukkan oleh tim kerja alih bentuk, dosen, yayasan, dan mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa momentum asesmen lapangan ini adalah buah dari ikhtiar panjang, kerja keras kolektif, dan doa dari seluruh keluarga besar kampus. Pihak manajemen kampus berkomitmen untuk segera menindaklanjuti setiap rekomendasi yang diberikan oleh tim asesor demi percepatan SK alih bentuk.

Secara makro, perubahan wujud menjadi Institut Agama Islam diproyeksikan memberikan dampak langsung (multiplier effect) yang signifikan bagi Kabupaten Siak. Bagi para mahasiswa, status institut akan meningkatkan nilai tawar (bargaining position) mereka di dunia kerja. Sementara bagi daerah, kehadiran institut ini akan menjadi motor penggerak akselerasi sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter Islami, dan responsif terhadap perkembangan dinamika sosial-ekonomi. Proses asesmen lapangan ditutup dengan penandatanganan berita acara verifikasi antara tim asesor Kemenag RI dan pimpinan kampus. Dengan melangkah menuju status Institut Agama Islam Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura, lembaga ini bersiap berdiri tegak sebagai mercusuar pendidikan Islam di Riau yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga melahirkan para pemikir, penggerak ekonomi syariah, dan pendidik yang siap membawa kemaslahatan bagi umat.




