
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura Riau secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Angkatan ke-XX Tahun 2026 pada Senin, 22 Juni 2026. Kegiatan pembekalan ini merupakan tahapan krusial yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta program pengabdian sebelum diterjunkan langsung ke tengah-tengah kehidupan masyarakat di Kabupaten Siak dan sekitarnya. Bertempat di lingkungan kampus, acara ini dirancang untuk memberikan kesiapan mental, wawasan akademis, serta panduan praktis agar program pengabdian berjalan dengan optimal.
Pada kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) angkatan ke-XX ini, panitia mengangkat tema yang sangat strategis dan relevan dengan tantangan zaman, yakni “Kolaborasi Pengabdian: Pengembangan Pendidikan Islam Dan Ekonomi Syariah Untuk Masyarakat Berkelanjutan”. Tema dipilih untuk menegaskan komitmen STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak dalam mengintegrasikan nilai-nilai akademis keagamaan dengan kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui tema ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi agen perubahan dalam aspek spiritual dan pendidikan saja, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak literasi keuangan syariah guna mendukung terwujudnya pilar-pilar masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.
Acara pembekalan secara resmi dibuka melalui sambutan hangat dari Ketua STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura Riau, Dr. M. Hatta, M.Pd. Dalam pidato pembukaannya, beliau menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater serta senantiasa menjunjung tinggi etika keislaman dan kearifan lokal selama berada di lokasi pengabdian. Dr. M. Hatta, M.Pd juga mengingatkan bahwa KUKERTA merupakan wadah nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang selama ini didapatkan di bangku kuliah, sekaligus menjadi media belajar langsung dari dinamika sosial kemasyarakatan yang sesungguhnya.

Menyambung arahan tersebut, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Iwandi, M.E., turut memberikan sambutan dan pembekalan materi substantif dari perspektif akademis. Beliau memaparkan kerangka kerja program yang harus dijalankan oleh mahasiswa, dengan fokus utama pada pemetaan potensi desa di bidang pendidikan Islam dan penguatan ekonomi berbasis syariah. Iwandi, M.E. menggarisbawahi bahwa kolaborasi program kerja antara mahasiswa dengan perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat menjadi kunci utama demi melahirkan inovasi yang berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga.
Sebagai simbolis kesiapan program pengabdian ini, dilakukan prosesi penyerahan atribut KUKERTA secara formal kepada perwakilan mahasiswa yang disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan tinggi kampus dan mahasiswa. Momen seremonial ini memperlihatkan antusiasme yang tinggi baik dari pihak manajemen institusi maupun mahasiswa, menandai kesiapan penuh seluruh elemen STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak untuk mengabdi secara totalitas. Prosesi ini sekaligus mengukuhkan identitas para mahasiswa sebagai duta kampus yang membawa misi perubahan positif dan pembaharuan di daerah tujuan.

Pada pelaksanaan KUKERTA Angkatan XX Tahun 2026 ini, pihak kampus telah membagi para peserta ke dalam 15 kelompok tim kerja yang akan disebar secara merata ke berbagai wilayah strategis di Kabupaten Siak. Distribusi wilayah ini telah melewati proses analisis kebutuhan daerah agar kehadiran mahasiswa benar-benar mampu menyentuh aspek-aspek krusial yang sedang berkembang di tingkat perdesaan. Kelompok-kelompok tersebut akan mengemban misi khusus sesuai karakteristik sosial ekonomi desa tempat mereka bernaung.
Adapun sebaran wilayah pengabdian 15 kelompok KUKERTA ini mencakup berbagai kecamatan dan kampung yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Di antaranya adalah Kampung Kayu Ara Permai di Kecamatan Sungai Apit, serta Kampung Sabak Permai di Kecamatan Sabak Auh. Sementara itu, wilayah Kecamatan Bungaraya menjadi salah satu lokus padat dengan penempatan tiga kelompok sekaligus, masing-masing berada di Kampung Dayang Suri, Kampung Suak Merambai, dan Kampung Tuah Indrapura. Selain itu, mahasiswa juga dikirim ke Kampung Benayah di Kecamatan Pusako.
Tidak ketinggalan, wilayah Kecamatan Siak sebagai pusat kabupaten juga diperkuat dengan penempatan tim mahasiswa di Kampung Langkai, Kampung Rawang Air Putih, dan Kampung Tumang. Selanjutnya, pergerakan pengabdian menyasar Kecamatan Dayun yang meliputi Kampung Banjar Seminai, Kampung Pangkalan Makmur, serta Kampung Merangkai. Wilayah luar lainnya yang turut menjadi sasaran pengabdian adalah Kampung Mandau di Kecamatan Mandau, Kampung Buatan II di Kecamatan Koto Gasib, hingga berakhir di Kampung Empang Baru yang terletak di wilayah Kecamatan Lubuk Dalam.
Melalui manajemen pembekalan yang sistematis dan distribusi kelompok yang terstruktur, STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura Riau berharap program KUKERTA Angkatan ke-XX tahun 2026 dapat melahirkan kontribusi nyata. Kehadiran para mahasiswa selama beberapa bulan ke depan diharapkan mampu menstimulasi pertumbuhan lembaga pendidikan Islam informal, menggerakkan roda ekonomi syariah berbasis UMKM lokal, serta meninggalkan legacy (warisan program) yang bermanfaat secara berkelanjutan bagi kemajuan masyarakat Kabupaten Siak.




