Jumat, 19 September 2025 – Pekanbaru, Riau – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau merayakan Hari Statistik Nasional dengan cara yang unik dan interaktif. Lewat program SPEAK Riau (Speaking Practice & English Knowledge at BPS Riau), lembaga ini menggelar serangkaian perlombaan dengan tema “Fun & Smart with Statistics: Empowering Pojok Statistik”. Acara yang berlangsung di Aula BPS Riau ini tidak hanya merayakan data, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan komunikasi dan literasi statistik, khususnya dalam Bahasa Inggris.
Dalam acara ini, Pojok Statistik STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak, memberikan kepercayaan kepada Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah yakni Ken Hadi Syah Putra, T. Dea Nanda Putri dan Nino Farida, yang dibimbing oleh Dosen Yessy Septrimadona , S.P, M.E untuk mengikuti pelombaan story telling dan cerdas cermat.

Pagi itu, Aula BPS Riau dipenuhi semangat kompetisi dan antusiasme. Beragam lomba digelar, namun sorotan utama jatuh pada kategori “Data Storytelling with Statistic”. Lomba ini menantang para peserta untuk mengubah angka-angka statistik yang sering dianggap kaku menjadi cerita yang menarik dan mudah dipahami. Dengan durasi presentasi maksimal lima menit, para kontestan dituntut untuk menyampaikan narasi mereka secara efektif dalam Bahasa Inggris, menunjukkan bahwa statistik bisa menjadi alat bercerita yang kuat.
Salah satu peserta yang paling menonjol adalah Ken Hadi Syah Putra, mahasiswa semester lima prodi ekonomi syariah dari STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak Riau. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, Ken memukau juri dan penonton. Ia berhasil menyajikan data statistik dengan narasi yang kohesif dan menarik, menunjukkan pemahaman mendalam tentang isu yang diangkat. Presentasinya yang luwes dan penuh gaya membuat juri sepakat untuk menobatkannya sebagai pemenang pertama dalam kategori “Data Storytelling with Statistic”. Kemenangan ini membuktikan bahwa penguasaan bahasa dan pemahaman data adalah kombinasi yang tak terkalahkan.
Acara ini juga menjadi ajang penguatan Pojok Statistik, sebuah inisiatif BPS untuk memasyarakatkan data dan informasi statistik. Melalui lomba “Data Storytelling” dan berbagai kegiatan lainnya, BPS menunjukkan bahwa statistik bukan hanya milik para ahli, tetapi juga bisa diakses dan dipahami oleh masyarakat luas. Ini adalah langkah maju dalam membangun kesadaran akan pentingnya data dalam pengambilan keputusan sehari-hari.
Tak kalah seru, lomba “Statistical Quiz Competition” atau cerdas cermat statistik menguji kecepatan berpikir dan penguasaan konsep statistik para peserta. Lomba ini diikuti oleh tim yang masing-masing terdiri dari tiga orang, dengan pertanyaan yang disampaikan sepenuhnya dalam Bahasa Inggris. Pertarungan berlangsung sengit, menunjukkan tingginya literasi statistik di kalangan mahasiswa.
Tim dari STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak kembali menunjukkan taringnya di kategori ini. Tim yang beranggotakan Ken Hadi, Nino Farida, dan Tengku Dea Ananda ini tampil solid dan kompak. Meskipun harus menghadapi lawan-lawan tangguh, mereka menunjukkan kekompakan dan pengetahuan yang luas. Setelah melalui serangkaian babak yang menegangkan, tim ini berhasil meraih juara ketiga, menambah daftar prestasi yang membanggakan bagi kampus STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak Riau.

Keberhasilan mahasiswa STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak ini menjadi bukti nyata bahwa program-program edukasi berbasis kompetisi seperti SPEAK Riau sangat efektif dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga melek data. Mereka tidak hanya mampu membaca data, tetapi juga menggunakannya untuk membuat analisis dan presentasi yang informatif dan inspiratif.
Acara yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.00 WIB ini diakhiri dengan penyerahan hadiah dan apresiasi kepada seluruh peserta. BPS Riau berharap program seperti SPEAK Riau dapat terus berlanjut, menjadi wadah bagi para pemuda untuk mengasah kemampuan komunikasi, literasi, dan analisis. Dengan adanya inisiatif ini, statistik bukan lagi sesuatu yang asing, melainkan alat yang bisa memberdayakan setiap individu untuk berpikir lebih kritis dan inovatif



