
SIAK SRI INDRAPURA – Persatuan Penulis Johor (PPJ) dari Malaysia sukses melaksanakan kunjungan resmi dalam rangka Program Kembara Persuratan Melayu Islam 2026 di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Puncak agenda ini berlangsung khidmat pada hari Minggu, 12 April 2026, bertempat di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura Riau. Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut menjadi wadah strategis dalam mempererat tali persaudaraan melalui jalur literasi dan kebudayaan Melayu yang bernapaskan Islam.
Program kembara ini merupakan inisiatif besar dari PPJ yang direncanakan berlangsung selama empat hari tiga malam, terhitung sejak tanggal 11 hingga 14 April 2026. Perjalanan dimulai dari Terminal Feri Muar, Malaysia, menuju Bengkalis sebelum akhirnya rombongan bertolak menuju Kabupaten Siak untuk melaksanakan serangkaian agenda kebudayaan dan akademik. Kunjungan ini bertujuan untuk merintis kerja sama resmi serta melakukan apresiasi sastra di lokasi-lokasi yang memiliki nilai sejarah tinggi di tanah Melayu.
Rombongan dari Malaysia dipimpin oleh Dzul Karnain bin Ithnain selaku Ketua Dua PPJ, yang didampingi oleh 11 anggota lainnya. Delegasi tersebut terdiri dari para tokoh literasi dan penulis, antara lain Mohd Rosli bin Bakir, Hamzah Rahman, Mohd Khatim Othman, Che Alias bin Ismail, dan Mohd Fauzi Mokhtar. Turut serta dalam rombongan ini Rifngan bin Hashim, Abdul Basith Wafiy Rifngan, Amat Bahri bin Mardi, Hamaliah binti Arifi, Yahaya bin Suip, serta Sakijan bin Muri. Kehadiran mereka membawa misi penguatan identitas Melayu melalui karya tulis dan pemikiran.
Setibanya di STAI Sulthan Syarif Hasyim, rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan institusi. Hadir secara langsung Ketua STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura, Dr. M. Hatta, M.Pd., didampingi oleh Wakil Ketua III, Buhori, M.Pd.I. Selain itu, jajaran fungsionaris kampus seperti Ketua Prodi PAI, Dr. Connaidi, M.Pd.I., Ketua Prodi Ekonomi Syariah, Yessy Septrimadona, S.P., M.E., serta pejabat yayasan, Jusfrizal, S.Pt., M.P., turut memberikan sambutan resmi dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Siak, Winda Hartati, S.Pd.I. Kehadiran perwakilan LAM ini menegaskan bahwa kunjungan PPJ tidak hanya bersifat akademik antara lembaga penulis dan perguruan tinggi, namun juga menyentuh akar tradisi dan adat istiadat yang dijunjung tinggi di Siak. Diskusi yang terjalin mencakup upaya pelestarian nilai-nilai Melayu Islam yang kini menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, pihak PPJ yang diwakili oleh Dzul Karnain bin Ithnain menyampaikan bahwa kembara ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali “Penghayatan Sastera” di kalangan penulis antarnegara. Fokus utama dari kegiatan ini adalah sesi apresiasi sastra yang melibatkan penulis lokal Siak guna menciptakan sinergi kreatif yang berkelanjutan. Hal ini selaras dengan tujuan PPJ untuk terus mengembangkan bakat penulis Johor melalui interaksi lintas batas.
Pihak STAI Sulthan Syarif Hasyim mengapresiasi tinggi pilihan PPJ menjadikan institusi mereka sebagai salah satu destinasi utama kunjungan. Bagi kampus, interaksi dengan para penulis dari Malaysia memberikan perspektif baru bagi para mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut. Mahasiswa diharapkan dapat mengambil inspirasi dari semangat para anggota PPJ dalam merawat literasi dan sejarah melalui tulisan-tulisan yang bermuara pada nilai keislaman.
Seluruh rangkaian kegiatan ini ditujukan untuk memberikan asupan inspirasi bagi para penulis dalam melahirkan karya-karya baru di masa depan. Meskipun kunjungan fisik akan berakhir, kedua belah pihak berharap jalinan komunikasi antara Persatuan Penulis Johor dan para akademisi serta budayawan di Siak akan terus berlanjut melalui kolaborasi karya literasi digital maupun cetak. Secara keseluruhan, acara ini berhasil menunjukkan bahwa batas administratif antarnegara tidak menjadi penghalang bagi rumpun Melayu untuk bersatu dalam pemikiran dan kebudayaan. Melalui dokumen resmi PPJ dengan nomor rujukan PPJ/K.Per/ 2026 (25), kegiatan ini tercatat sebagai salah satu tonggak penting diplomasi budaya antara Johor, Malaysia, dan Siak, Indonesia, di tahun 2026.



